Rabu, 11 Februari 2015

Surat Terbuka untuk Pandji Pragiwaksono

Surat Terbuka untuk Pandji Pragiwaksono
yang saya minta para penggemar STAND UP baca..
Untuk mas Panji yang saya hormati...
karena kelucuan dan kecerdasannya...
serta untuk kepeduliannya terhadap negeri ini...
Saya penggemar stand up comedy, sangat gemar malah... saya penonton setia SUCI dari season 1 sampai 4.
Sampai saat ini "komik" favorit saya masih belum tergantikan, yaitu Mas Panji dan Abdur anak Lamalera. Simple saja, karena kalian berdua adalah penyambung lidah kami, pengkritik pemerintah lewat panggung yang dibalut komedi. Semangat perubahan negeri ini nampak dari wajah kalian berdua.
Saya mengikuti "3 konser" Anda yang bertajuk bhineka tunggal tawa, merdeka dalam tertawa, hingga messaku bangsaku.
Sebuah pertunjukkan public speaking dan retorika luar biasa dengan paduan lawakan yang cerdas dan penuh data. Namun, ada beberapa hal yang saya rasa dan saya anggap harus saya sampaikan, semoga surat ini bisa sampai ke Anda. setidaknya ada 3 hal yang akan saya paparkan dan meminta Anda untuk memikirkannya.
1. Anda secara terbuka menyatakan bahwa anda adalah pendukung legalisasi ganja. dan ketika anda mengucapkannya semua penonton bertepuk tangan, seolah2 mendukung legalisasi ganja adalah hal yang mulia. Saya tau anda muslim, dan saya tau tujuan anda melegalisasi ganja bukan karena anda penghisap ganja, tapi dengan menyatakan statemen itu di depan umum, membuat adik2 kita yang sudah menghisap ganja menganggap ganja adalah hal biasa dan layak untuk diteruskan pemakaiannnya."toh panji aja yang pinter dan keren, dukung ganja" tanpa mengerti tujuan anda yang menyatakan bahwa ganja itu bermanfaat untuk banyak hal selain untuk dihisap dan merusak generasi kita. Selain ganja haram dalam islam, ganja jelas2 merusak. Terlepas dari banyak fungsi yang ada pada ganja.
2. Anda dalam memberikan materi stand up sempat membahas tentang gay, dan menyatakan bahwa anda adalah pembela kaum gay. Mas Panji, saya tau bahwa anda sangat nasionalisme karena anda mengarang buku "Nasional IS ME". anda sangat benci ada penindasan terhadap minoritas, tapi saya rasa tidak untuk membela kaum gay dengan menyatakan bahwa itu takdir mereka dan kita tidak berhak melarangnya. Dengan mengatakan bahwa kaum gay ada 6% di Indonesia seolah2 anda meminta kami untuk menerima kaum gay dan memberikan pemahaman bahwa gay itu harus diterima. Kmai menerima gay, kami mungkin banyak berteman dengan gay, tapi kami tidak bisa menerima untuk mengatakan bahwa gay itu bukan pilihan, banyak gay yang betobat, menjadi gay itu karena berbagai kebiasaan dan itu bisa diubah. kalimat anda yang bilang "tidak ada cowok yang mau jadi gay" saya sangat terima, tapi gay bisa berubah, untuk yang "tidak mau jadi gay". dan itu tugas kita sebagai sesama manusia untuk mengingatkan.
3. Anda juga bicara tentang "aurat wanita dan perkosaan". Dengan sebuah data anda menyatakan bahwa perkosaan yang paling banyak terjadi ada di timur tengah yang pakaian wanitanya tertutup."jadi tidak ada hubungannya antara pakai baju terttutp dengan perkosaan". "Jadi kalau ada perkosaan bukan wanitanya yang disuruh pake baju ketutup, tapi suruh laki2 jaga kemaluannya" , itu kata anda. Mas Panji, saya rasa anda telah membaca al quran al ahzab ayat 59, bahwa fungsi menutup aurat adalah untuk melindungi dan mengenali seorang wanita seorang muslimah. Dan perintah menutup aurat itu wajib. Jadi statemen anda yang menyatakan bahwa tak ada hub antara mmbuka aurat dengan perkosaan itu salah besar bagi saya. Di timur tengah orang hidup dengan pakaian seperti itu, dan kita tau bagaimana sifat orang arab yang sangat besar nafsunya, bahkan agama pun turun di tanah arab karena watak arab yang sangat keras dalam memperturutkan hawa nafsunya.
Mas Pandji, saya sangat mendukung anda dalam memberikan banyak perubahan di negeri ini, mendukung persatuan bangsa ini. Saya sangat ingin apa yang anda cita-citakan untuk negeri yang lebih baik terwujud, tapi saya juga tidak tenang apabila beberapa materi yang anda sampaikan membuat banyak teman2 dan adik2 saya menganggap bahwa ganja, gay, dan membuka aurat itu adalah hal yang wajar. Karena anda orang terkenal sementara saya bukan siapa2, untuk itu saya hanya mencoba menulis sepenggal surat ini, semoga dengan kekuatan media anda sempat membacanya. Saya membuat ini sedikitpun bukan karena saya ingin terkenal atau apa, ini hanya sebuah dentuman aqidah saya yang menolak melihat orang2 mulai memuja kesalahan.
Teruslah berkarya mas Pandji, saya tetap akan menjadikan anda salah satu komik favorit saya, karena kecerdasan dan kepedulian anda terhadap negeri ini.
Kaki Gunung Merapi
A.M.
Februari 2015

Minggu, 20 April 2014

Jika Partai Islam itu Ada



Selesai sudah tahap pertama pesta demokrasi di negeri ini. Seperti yang sudah diduga banyak pihak, kelompok oposisi yang telah menanti selama 10 tahun berhasil meraih pucuk pimpinan. Partai Demokrasi Indonesia perjuangan (PDIP) dari hasil hitung cepat tak tersusul lagi oleh Golkar yang mengekor di belakangnya. Perolehan suara PDIP tak mampu ditandingi partai lainnya, banyak spekulasi mulai dari kebosanan rakyat terhadap pemimpin terdahulu, mencari sosok baru, kehilangan kepercayaan pada partai berbasis Islam, sampai ke kesuksesan pembangunan citra tokoh partai dalam hal ini dititipkan pada seorang Jokowi.
Partai-partai nasionalis baru pun mampu memiliki suara yang tidak sedikit. Gerindra yang pada pemilu 2009 hanya poros tengah, mampu melesat ke tiga besar lewat pencitraan sosok jendral luar biasanya Prabowo. Hanura juga tak ketinggalan, berkat “perkawinannya” dengan raja media MNC Group Hary Tanoe, Hanura menjelma menjadi partai yang mulai memiliki tempat di hati rakyat lewat “bantuan-bantuan” sosial yang diberikannya. Nasional Demokrat (Nasdem) ikut unjuk gigi sebagai partai baru, terbukti retorika “bos” mereka yang juga pemilik media besar di negeri ini Surya Paloh, mampu mendongkrak suara.
            Secara umum Indonesia berhasil melaksanakan pemilu dengan tingkat golput kurang dari 25% walaupun tetap tidak bisa dibilang sedikit. Namun, pemilu kali ini bisa disebut representasi keadaan dan pemahaman politik rakyat Indonesia. Terlihat jelas pengaburan ideologi besar-besaran pada pemilu saat ini. Dengan jumlah muslim yang besar, seharusnya Partai Islam seharusnya selalu menjadi juara dalam perhelatan lima tahunan ini, tapi apa hendak dikata dari hasil pemilu legislatif ini dapat partai-partai nasionalislah memuncaki tiga besar. Partai Islam apa kabar? Hanya PKB yang dengan mengejutkan berhasil meloncat ke lima besar dengan perolehan suara mencapai 9,6%. Sementara PKS (7,1%), PPP(6,8%), hanya menjadi poros tengah, bahkan PBB (1,5%) terseok-seok dengan perolehan suara dibawah syarat mendapatkan kursi parlemen sebesar 3,5%.(hasil quick count,(9/4, pukul 19 :09, LSI)
            Dari fenomena ini muncul pertanyaan besar, kemana umat Islam Indonesia yang jumlahnya mencapai 200 juta lebih atau jika dalam hitungan persentasi mencapai  87% penduduk Indonesia. Jika saja semua umat Islam memiliki ideologi yang kuat untuk menjadikan Islam berkuasa di negeri ini, maka partai Islam tak akan bernasib seperti sekarang. Sudah selaykanya seorang muslim yang menjadikan Islam landasan hidupnya memihak partai yang berjuang untuk Islam. Tapi apakah pantas kita menyalahkan umat Islam negeri ini? coba kita kaji ulang tentang teori stimulus respon, respon akan datang sesuai dengan ransangan yang diberikan. Dalam hal ini, partai Islam akan menjadi pilihan umat Islam jika mampu memberikan rangsangan yang tepat dan sesuai dengan keinginan umat Islam. Namun, tampaknya partai Islam di negeri ini belum mampu meyakinkan semua umat Islam untuk sepakat secara ideologis untuk mendukung visi dan misi mereka dalam memimpin negara ini. Atau jangan-jangan partai Islam hanya tinggal nama dan telah meninggalkan nilai-nilai keislaman. Tokoh-tokoh besar partai Islam hanya berdiri di garis tengah dan cuma berkesempatan menjadi menteri di tataran kabinet tanpa taring yang kuat.
             Menatap pemilihan presiden yang akan segera dilaksanakan muncul pertanyaan besar bagi partai Islam, apakah Islam akan kalah lagi? Terlihat jelas partai nasionalis akan mengusung calon presiden dan wakil presiden mereka dengan mudah. Di sinilah  partai Islam yang berada di poros tengah diuji, apakah rela bergabung dan mengekor kembali ke partai nasionalis, atau berpikir cerdas untuk kebangkitan Islam di negeri ini. Seandainya para pemimpin partai Islam bersatu maka partai Islam telah mengumpulkan suara kurang lebih 24,5% suara. Ketika koalisi yang dirahmati Allah SWT yang hanya bertujuan untuk kebangkitan Islam diadakan dengan visi misi menerapkan syariah Islam di Indonesia maka tak tertutup kemungkinan capres dan cawapres yang diusung akan dilirik oleh umat Islam yang merindukan kejayaan Islam, kesejahteraan dan keamanan seperti di masa Khulafaur Rasyidin
Partai Islam perlu bergabung bersama dan meluruskan nilai-nilai yang sesuai dengan Islam. Hal ini layak diperhitungkan karena dalam menjalankan kehidupannya manusia memerlukan sistem yang mengatur naluri dan kebutuhan jasmaninya. Tentu saja aturan itu tidak mungkin berasal dari manusia, karena ia bersifat lemah dan tidak mampu mengetahui segala sesuatu. Juga karena pemahaman manusia terhadap tata aturan sangat mungkin sekali terjadinya perbedaan, perselisihan, dan pertentangan. Suatu hal yang hanya akan melahirkan tata aturan yang saling bertentangan, yang berakibat kesengsaraan pada manusia. Karena itu, peraturan tersebut harus berasal dari Allah SWT. Dan umat Islam membutuhkan pemerintahan yang fokus dan peduli dengan penerapan hukum Islam di negeri ini.
Jika ingin kebangkitan Islam itu tercapai, maka tak ada pilihan lain bagi partai-partai Islam, kecuali berkoalisi bersama, menolak pinangan partai-partai nasionalis yang mengajak bergabung dan fokus maju bersama demi kebangkitan Islam. Kesempatan memimpin atau setidaknya mencoba memimpin negeri ini dengan Islam di depan mata, inilah saatnya, inilah momentum menjadi bangsa yang besar. Tidak ada kebangkitan terbesar suatu bangsa selain bangkit menghilangkan kekufuran dan kemungkaran di tanah airnya. Kaum kafir telah bersatu-padu dan berkoalisi dengan berbagai cara untuk menjatuhkan dan menguasai umat Islam, Islam kapan bersatu dan berkoalisi? Kita terlalu sibuk mengurus kelompok masing-masing, tanpa memikirkan kebangkitan Islam.

Untuk menghadapi keadaan ini, dalam konteks politik hendaknya setiap muslim  yang bertindak sebagai penyelenggara negara bertindak tepat. Dalam menjalankan seluruh aktivitasnya hendaknya menyesuaikan diri dengan perintah-perintah Allah dan larangan-larangan-Nya. Negara adalah pihak yang mengatur seluruh urusan rakyat, dan melaksanakan aktifitasnya sesuai dengan perintah-perintah Allah dan larangan-larangan-Nya. Inilah yang melahirkan ketenangan bagi setiap muslim. Jadi, kebahagiaan itu bukan sekadar memuaskan kebutuhan jasmani dan mencari kenikmatan,melainkan mendapatkan keridlaan Allah SWT. Partai Islam bukan hanya sebatas memberikan janji-janji kesejahteraan umat, tapi menjanjikan kesejahteraan di bawah naungan hukum Allah. Selama kesejahteraan yang dijanjikan hanya kesejahteraan di bawah sistem politik yang sekuler dan liberal seperti sekarang ini, maka kesejahteraan hakiki bagi umat, hanya mimpi belaka.

Tak ada alasan partai Islam untuk bimbang atau ragu akan kebangkitan Islam karena faktor rakyat non muslim. Islam dengan jelas telah mengatur tentang rakyat nonmuslim yang harus dilindungi dan dijamin kesejahteraannya. Islam telah mengatur hubungan kita dengan nonmuslim bagaimana kita menanggapi kafir harbi( kafir yang layak diperangi, karena berusaha merusak islam) dan kafir zimi (Kafir yang menjadi rakyat negara muslim, dan berhak dilindungi).  Islam adalah sistem paling sempurna dalam mengatur kehidupan di alam ini, maka tak salah Islam disebut Rahmatan Lil’alamin.
Waktu pemilihan presiden tak lama lagi, masih ada waktu untuk memikirkan kekuatan, masih ada waktu menyusun strategi bersama. Jika niat koalisi partai Islam adalah untuk meraih kekuasaan dan mengembalikan kejayaan Islam, maka dengan izin Allah SWT semua akan terwujud, 24,5% koalisi ditambah umat Islam yang sadar dengan cita-cita kebangkitan Islam akan berpindah haluan untuk mendukung koalisi yang dicintai Allah SWT ini. Semoga pemimpin partai Islam dapat menyadari kesempatan besar ini. Inilah saatnya menyatukan umat Islam untuk bangkit bersama. Jika partai Islam itu memang ada maka tidak perlu lagi jargon Indonesia hebat, Indonesia Kuat, Indonesia Bangkit dan lainnya. Cukup satu, Indonesia Bersyariah, semua itu akan terwujud jika partai Islam itu memang ada di negeri ini. Walahuallam.

Minggu, 19 Mei 2013

HARI BERMIMPI BANGKIT ??





Indonesia, salah satu negara dengan jumlah penduduk  terbesar di planet ini. Negara maritim dengan laut yang sangat luas, zamrud khatulistiwa yang hutannya sebagai paru-paru dunia, serta negara unik dengan ribuan budaya daerah. Bangsa besar yang puas dijajah dan berhasil mengembalikan kemerdekaannya. Namun, semua prestasi-prestasi itu sepertinya hanya batas sebutan bibir, bersifat tidak nyata dan orang Indonesia sendiri tidak tahu apa kegunaan dari prestasi-prestasi tersebut.
            Jika bicara prestasi lain mungkin Indonesia masih kalah dari berbagai negara lain dengan jumlah penduduk dan luas daerah yang lebih kecil. Sebagai contoh dalam bidang prestasi yang diakui oleh dunia,Nobel. Pernahkah kita berpikir, Nobel apa yang pantas diberikan pada orang Indonesia?Kedokteran?Fisika?Kimia?atau Ekonomi? Kita akan menjawabnya, Indonesia bisa menerima semua kategori dari nobel tersebut. Ya, Indonesia memang bisa mendapatkan nobel dari semua kategori tersebut, tapi entah kapan dan bagaimana caranya? Bagaimana mungkin seorang Indonesia mendapatkan nobel perdamaian sementara negaranya sendiri tidak kunjung damai. Bagaimana mungkin seorang Indonesia mendapatkan nobel ekonomi sementara ekonomi negaranya kacau-balau?Ini yang harus menjadi renungan bagi kita.
            Beralih ke bidang olahraga, setiap event olahraga yang Indonesia ikuti tidak pernah memuaskan rakyat Indonesia, sepak bola selalu gagal, bulu tangkis didiskualifikasi di olimpiade, suporter rusuh, PON amburadul. Hanya satu yang bisa dibanggakan, Indonesia menjuarai SEAGAMES 2011, itupun diuntungkan  karena menjadi tuan rumah, dan rakyat masih harus menelan  kekecewaan karena sepak bola yang memilki nilai prestasi lebih harus kalah dari Malaysia. Itulah yang seharusnya orang-orang Indonesia sadari, jangan pernah mengharapkan hasil maksimal apabila usaha yang dilakukan tidak maksimal. Jangan mengharapkan hasil besar jika usaha yang dilakukan tidaklah besar.
Segudang permasalahan politik, ekonomi, budaya, hukum, dan lainnya telah menenggelamkan Indonesia di lautan masalah yang membuatnya sulit untuk naik ke permukaan. Indonesia seolah-olah tidak tahu bagaimana menyelesaikan permasalahan demi permasalahan dengan baik. Menghadapi sebuah kasus,  semisal kasus terbunuhnya aktifis HAM Munir yang telah lebih dari 8 tahun tapi belum bisa terkuak dengan jelas.
Setiap tahun bangsa kita banyak memeringati hari besar nasional, Hari Kemerdekaan Indonesia, Hari Pahlawan, Hari Kebangkitan Nasional, Hari Sumpah Pemuda, dan banyak lagi.  Dalam waktu dekat Hari kebangkitan Nasional yang akan ramai diperbincangkan. Jika kita kaji secara mendasar hari-hari yang kita peringati tersebut selayaknya membuat bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme. 
Ditambah kesadaran untuk memperjuangkan kembali kemerdekaan Republik Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan Belanda dan Jepang. Tapi jika sekarang kita liat  peringatan hanya peringatan dan mungkin tidak mengetahui apa fungsi apa makna dan apa manfaat memeringati hari-hari bersejarah tersebut. 
Jika dihitung Indonesia telah berkali-kali memeringati hari bersejarah ini. Tapi semua itu hanya sebatas perayaan, hanya sebatas mengingat di pagi hari dan lupa di sore hari. Apakah benar Hari Kebangkitan Nasional itu bisa membuat BANGKIT?? Sepertinya belum, masih banyak hal-hal yang belum mampu dibangkitkan oleh semangat Hari Kebangkitan Nasional ini.
Indonesia memilki potensi luar biasa dalam bidang sumber daya manusia. Jumlah yang banyak, disertai budaya yang beragam akan menimbulkan sumber daya manusia yang heterogen dan unik. Terbukti banyak anak Indonesia yang berhasil meraih prestasi dalam bidang sains, dan teknologi serta berbakat dalam bidang seni budaya di dunia Internasional.Namun, mengapa mereka hanya mendapatkan medali emas dan hadiah tapi  tidak berdampak terhadap negara ini? 
Anak-anak Indonesia hanya berlomba, pola pikir mereka hanya dibuat untuk berkompetisi demi nama baik mereka, keluarga, dan sedikit untuk  negara. Mereka berjuang tanpa diingatkan bahwa ilmu dan prestasi yang mereka dapat selayaknya dapat menjadi manfaat bagi negara untuk membuat negara ini lebih maju. Hasilnya, orientasi mereka adalah menjadi lebih pintar , lebih berprestasi dan nantinya bekerja di luar negeri dan menjadi kaya raya dengan pengetahuan mereka karena di luar negeri skill  mereka lebih tinggi harganya. Hal ini harus diperhatikan lebih baik oleh negara kita untuk bangkit menjadi negara yang besar.
Tawuran antar Ormas, tawuran antar kampong, tawuran antar “genk”, tawuran antar agama, dan segala jenis tawuran terus dan terus berlangsung di Indonesia tanpa henti. Jika diibaratkan Indonesia adalah kapal selam yang ingin keluar  dari lautan masalah, maka berbagai macam konflik ini adalah pertikaian para kru kapal selam. Bagaimana mungkin sebuah kapal selam akan berjalan dengan baik jika awak kapal saling bertarung, menunjukkan keegoisan masing-masing, bagaimana mungkin Indonesia bisa bangkit dan maju jika rakyat Indonesia sendiri masih tidak bisa selaras dan membangun harmoni kehidupan yang baik?
Peringatan ke-105 kebangkitan nasional akan segera berlangsung ,tidak selayaknya bangsa Indonesia harus menyaksikan tindakan munafik atas rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan serta sikap gotong royong. Sifat  yang selama ini menjadi ciri khas Indonesia dan digembor-gemborkan setiap saat. Sudah cukup rakyat Indonesia menjadi saksi tindak kekerasan, aksi premanisme, korupsi dan berbagai penyelewengan yang dilakukan oleh orang-orang yang justru mengemban amanat rakyat di posisi yang terhormat, krisis kepercayaan terhadap pemimpin, dan segala macam jenis tawuran.
Jika hal-hal  di atas dapat dipahamu oleh bangsa Indonesia dan menjadikan tanggal 20 Mei 2013 ini  sebagai momentum awal pergerakan menuju kebangkitan yang membawa perubahan, maka saya yakin beberapa tahun ke depan, tidak akan ada lagi tulisan seperti ini, yang ada hanyalah tulisan tentang berbagai keberhasilan rakyat Indonesia.
Kebangkitan nasional bukanlah sebuah mimpi, menjadi negara hebat bukanlah sebatas angan. Semua bisa terwujud jika semua elemen yang ada dapat memilki satu tekad menuju perubahan tersebut. Semoga ke depan bangsa Indonesia bisa menata kehidupan yang lebih baik sesuai dengan cita-cita perjuangan bangsa sebagaimana yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 dan sesuai dengan Pancasila.
            20 Mei bukan hanya tanggal bersejarah yang harus diperingati, tapi 20 Mei menjadi “alarm” yang setiap tahun mengingatkan kita agar bangun dan bangkit, bukan hanya bangkit, tapi juga berubah untuk lebih baik. “Maju Indonesia kembalikan kepercayaan rakyatmu, dan jangan sampai mereka semua berteriak MUAK!! Menjadi bagian dari dirimu”.

Rabu, 20 Februari 2013

TENTANG ISLAM (1)



Kali ini saya akan berbicara tentang agama...ga berat2 kok..cuma hal2 sederhana...karena agama itu memang ga berat...kompleks memang tapi mudah untuk dimaknai..bagi orang yang ingin memaknainya..hehehe

Jika ada pertanyaan dari seseorang pada sahabat2 sekalian tentang pelajarn Islam dikala teman2 SD, SMP atau SMA  tentu teman2 sudah siap untuk menjawabnya. Seperti ada pertanyaan.."berapa rukun Islam ??teman2 akan menjawab..LIMAAA!!! Lalu muncul lagi pertanyaan , berapa rukun Iman??? Mungkin teman2 ku yang tercinta akan dengan sangat gampang menjawab pertanyaan di atas.... ENAAAAMMMM!!!

Lalu jika pertanyaan dilanjutkan...apa rukun Iman yang ke 6???teman2 akan berpikir sejenak dan menjawab.."Percaya pada qada dan qadar"..waw..jika teman2 masih lancar dalam pertanyaan2 tersebut..saya salut dengan teman2,...berarti teman2 masih ingat landasan2 tentang Islam.. Namun, jika pertanyaan tersebut saya lanjutkan..."apa itu qada dan qadar???bedanya apa?mana yang bisa diubah dan mana yang tida??"" teman2 yang saat membaca ini RAGU untuk menjawab..saya sarankan teman2 buka kembali buku agamanya...jangan2 teman2 juga lupa dengan pengertian rukun Iman ke 1 sampai ke 5..hehehehe

Nah, berbicara tentang Islam tentu kita akan berbicara tentang berbagai aturan hidup. Dari pagi ketika bangun tidur sampai malam menjelang tidur...hidup kita hanya dilakukan untuk 2 hal...yang pertama adalah memenuhi Hajat atau kebutuhan..dan yang kedua menuruti Gharizah atau naluri...Apa beda keduanya??? ya beda lah..yangs atu kebutuhan..yang satu kemauan..
contoh: kalau teman2 lapar...dan teman2 makan..itu namanya..memenuhi kebutuhan..... kedua kalau teman2 mau beli sepeda..dan teman2 pergi ke toko sepeda dan beli sepeda...itu namanya memenuhi naluri teman2... cukup mudah dipahami kan...heheheh

Perbedaan keduanya adalah..jika KEBUTUHAN..Jika tidak dipenuhi bisa mengakibatkan KEMATIAN..contoh... Teman2 tidak makan sebulan...bisa mati..kalau tidak percaya suruh anggota DEWAN tidak makan sebulan...pasti tau hasilnya...nah kalau NALURI..jika tidak dipenuhi maka tak Jadi soal...contoh: untuk teman2 cowok..tidak nonton BOLA selama sebulan..MATI GAK??pasti tidak..hehehe

Terus apa saja yang termasuk dalam Kebutuhan dan naluri???
Kebutuhan terdiri dari 3 hal..yang pertama..MAKAN, MINUM, dan ISTIRAHAT...ingat yaa..HANYA 3... jika ada sebuah paham yang bilang bahwa LIBIDO merupakan kebutuhan..maka teman2 boleh menyangkal hal tersebut..karena jika tidak melampiaskan LIBIDO...tidak akan mati..percayalah...!!!

Lalu, apa saja yang termasuk ke dalam NALURI???ada 3 Hal juga...pertama naluri mempertahankan diri, kedua naluri mempertahankan keturunan, dan yang ketiga naluri memercayai Tuhan...Nah...dari penjelasan ini kan kita mulai menegrti bahwa hidup kita ini hanya dipenuhi oleh hal2 ini... Sifat pembeda kedua hal ini adalah " kebutuhan tidak bisa dialihkan sifatnya, tapi naluri bisa dialihkan"
contoh : bisa ga, ketika teman2 LAPAAARRR , teman2 menggantinya dengan TIDUR?mungkin bisa tapi efek lapar tetap akan ada...bisa ga ketika teman2..benar2 HAUUUSS teman2 ganti dengan makan?? tapi jika naluri bisa dialihkan..seperti para biksu kuil Shaolin..untuk mengalihkan LIBIDO mereka berlatih KUNGFU...jika ingin beli motor, bisa ganti beli sepeda..dancontoh2 lainnya...


Sekarang...maksud saya memaprkan ini pada teman2..ingin menunjukkan pada teman2..agar mari kembali mengingat hal2 sederhana dalam agama kita..mungkin kita sudah terlalu larut dengan mata kuliah statistika, teori komunikasi, fluida, politik, ekonomi, dan lainnya..Bukalah kembali buku agama teman2...Islam rindu untuk teman2 pelajari...jika tak ada waktu membuka buku, bergabunglah dengan berbagai kelompok mentoring..agar tetap bisa meluruskan jalan teman2..hehehe

Untuk teman2 yang telah bergabung dengan sebuah kelompok dakwah..ditingkatkan lagi dakwahnya..jangan hanya mendakwahi anggota organisasi saja..tapi dakwahi orang2 tanpa pandang bulu... teman2 harus ingat sebagai pengemban dakwah, tidak milih2 dalam dakwah...jangan takut disebut "ria" saat teman2 mengajak orang2 di sekitar teman2 untuk sholat Ashar berjamaah..itu kewajiban teman2...Liat fakultas teman2??bagaimana muslimnya?apakah mereka sudah taat dengan perintah Allah?jika belum tanggung jawab teman2 di kelompok dakwah fakultas untuk mengingatkan, orang2 yang tidak sholat, minum khamar, tak sholat Jumat dan lainnya.. karena itu fungsi teman2..






Teman2...saya bukan ustad, bukan orang suci, bukan alim ulama, tapi saya hanya menyebarkan apa yang saya ketahui..semoga ada manfaatnya bagi teman2 semua..Amiinn...





watawa saubil haq, watawa saubishshabr" (QS. Al-'Asr[103]:3)





وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)
”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr).



وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)
”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr).



















Senin, 18 Februari 2013

Yayasan Karya Salemba Empat ,Bangun Prestasi demi Cita-cita Negeri

 
Dunia pendidikan semakin maju, setiap orang berlomba untuk mendapatkan pendidikan yang paling layak untuk masa depannya. Namun, mahal dan sulitnya mendapatkan pendidikan yang bagus menyebabkan banyak orang terpaksa gagal dan berhenti melanjutkan pendidikannya. Biaya pendidikan yang semkain meningkat disertai pemenuhan kebutuhan penunjang lainnya menyebabkan uang menjadi faktor penting yang harus diperhatikan.
 
Yayasan Karya Salemba Empat (KSE) salah satu yayasan di Indonesia yang sangat peduli dengan proses pencerdasan bangsa lewat bantuan finansial. KSE percaya  sebuah cita-cita besar tentang perbaikan pendidikan dan ekonomi bangsa akan sulit dijalankan jika tidak adanya dukungan financial untuk menjalankannya. Oleh sebab itu KSE secara berkelanjutan setiap tahunnya memberikan beasiswa pada mahasiswa pilihan dari 13 Universitas Negeri di Indonesia. 
 
Menurut Hengky Poerwowidagdo, Cheif operating Officer KSE, Berdirinya yayasan ini dimulai pada tahun 1995, delapan orang alumni FE UI yaitu Mirza Adityaswara,Satriadi Indarmawan,Tatan A Taufik,Basya G Himawan,Rijal B Prasetijo,Salustra Satria,Laksono Widodo,Robert Tumiwa, mereka berinisiatif memberikan bantuan pada junior mereka yang mengalami kesulitan ekonomi di Fakultas Ekonomi UI. Lama-kelamaan hal yang mereka lakukan menarik kepedulian banyak orang sehingga dana yang terkumpul semakin banyak.”Semakin banyaknya dermawan yang bergabung dalam memberikan bantuan menyebabkan semakin banyak mahasiswa yang dibantu”jawab Hengky
 
Pada tahun kedua 1996-1997 jumlah mahasiswa dibantu semakin berkembang menjadi 10 orang dengan 13 orang donatur. Pada tahun yang sama program ini selain memberikan bantuan uang juga menyumbangkan buku ke perpustakaan universitas. Selama periode ketiga tahun 1997-1998 kegiatan beasiswa lanjut tumbuh menjadi  12 siswa didukung oleh 20 donatur. Jumlah buku yang disumbangkan ke perpustakaan juga tumbuh dengan ukuran meningkatnya sumbangan yang diterima.
 
Selama periode keempat 1998-1999 jumlah mahasiswa didukung tumbuh menjadi 19 dengan 26 orang donatur. Tepat 3 Oktober berdirilah Yayasan Karya Salemba Empat sampai dengan sekarang 2013 beasiswa yang diberikan telah membantu lebih dari 6000 mahasiswa untuk melanjutkan kuliah mereka. Ide nama Karya Salemba Empat ini muncul karena sang para pendiri KSE menuntut ilmu di kampus yang berlokasi di Jalan Salemba no. 4
 
 “Sharing, Networking, and Developing” tiga kata yang menjadi motor luar biasa bagi KSE dalam memberikan bantuan beasiswa. KSE yakin selalu ada jalan untuk suatu niat yang luhur, dengan melihat peluang bahwa setiap perusahaan pasti akan melakukan tanggungjawab perusahaan atau yang sering dikenal Coorporate Social Responsibility (CSR). KSE berusaha menjalin kerjasama dengan banyak perusahaan besar di Indonesia untuk turut membantu program beasiswa KSE. Sekarang berbagai CSR perusahaan seperti Bank BNI, Bank Mandiri, Bank OCBC NISP, Indofood, PGN, Indika, dan lain sebagainya telah terhimpun dalam Yayasan Karya Salemba Empat ini.
 
Dengan total bantuan mencapai 1,5 milyar per tahun Universitas negeri yang sekarang mendapat bantuan dari KSE adalah UI, UNDIP, UNAND,USU, UNPAD, ITB, ITS, UNMUL, UNUD, Universitas Nusa Cendana, dan Universitas Sam Ratulangi. Bantuan disitribusikan per bulannya dengan mewajibkan laporan rutin bagi setiap penerimanya secara disiplin. Menurut salah seorang penerima beasiswa Alfian Guntoro dari Institut Teknologi Surabaya, sistem pelaporan beasiswa penerima menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab terhadap dana yang diberikan.”Kita bisa lebih mengerti dengan arti tanggung jawab terhadap bantuan yang diberikan lewat laporan rutin per bulan”ujar Alfian
 
Menurut salah seorang penerima beasiswa lain Nafian Awaludin dari Universitas Indonesia, beasiswa KSE memberikan beberapa hal pagi penerima beasiswanya bukan hanya dana. Penerima beasiswa mendapatkan tempat yang tepat untuk berbagi pengalaman, berbagi cerita, membentuk networking, dan mengembangkan diri kita.”Kita dapat keluarga baru di KSE, dari seluruh Indonesia”ujar Nafian.
 
Selain itu menurut Rumawati Ningsih dari Institut Pertanian Bogor, beasiswa KSE merupakan beasiswa yang tidak hanya memberikan bantuan berupa materi namun merupakan beasiswa yang memberikan pelatihan2 yang dapat mengasah soft skill mahasiswa, baik berupa leadership camp, enterpreneursship camp, inovasi technology camp,dan lainnya.”Semua kebutuhan untuk pengembangan diri kita difasilitasi dengan baik oleh KSE”jawab Ruma.
 
Harapan Yayasan KSE ke depan menurut Hengky agar mampu  memberikan beasiswa kepada 10.000 mahasiswa Indonesia yang membutuhkan dan Mendorong mempersiapkan  penerima beasiswa menjadi lulusan yang memiliki integritas, berwawasan kebangsaan dan cinta pada tanah air, nusa dan bangsa. “Kita ingin penerima beasiswa KSE dapat menjadi  generasi penerus bangsa yang memiliki integritas serta cinta pada tanah air nusa dan bangsa.”jawab Hengky.
 
"Berbagi langkah awal mencapai hasil maksimal" Arif Mulizar
 
 

Jumat, 15 Februari 2013

Warga Bandung Dialog dengan Prabowo

 
BANDUNG—Prabowo Subianto  “berkobar” menjelaskan keadaan Indonesia kepada kurang lebih dua ratus orang yang memadati ruang pertemuan di Hotel Grand Preanger, Bandung dalam “Dialog Nasional Bersama Prabowo Subianto, Sabtu(2/2). Dengan judul presentasi  “Indonesia Menghadapi Masa Depan, Tantangan Bangsa 20 Tahun ke Depan” Prabowo dengan berapi-api menyampaikan hal negatif dan positif yang dimiliki bangsa ini. Warga Bandung memeroleh kesempatan berdialog langsung dengan Prabowo Subianto dalam rangka undangan Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) Wilayah Jawa Barat. Dengan tema “Kepemimpinan Nasional Menuju Penguatan Kedaulatan Bangsa” dialog nasional ini bertujuan untuk memberikan pemahaman pada masyarakat tentang kedaulatan Indonesia saat ini.
 
Dalam dialog yang berlangsung 3 jam ini Prabowo menyampaikan keadaan Indonesia yang  sampai sekarang masih menjadi negara terjajah.Indonesia masih belum berdaulat, belum mandiri, dan belum sejahtera. Tidak ada bedanya Indonesia sekarang dibandingkan dengan zaman VOC. Kekayaan alam Indonesia tidak dinikmati oleh rakyat Indonesia, tapi oleh bangsa lain. Triliunan kekayaan Indonesia raib entah kemana, anggaran pemerintah yang rawan korupsi, oknum pemerintah yang tidak pro rakyat, sampai ke Indonesia yang tak mampu mengembangkan ekonomi mikro. Indonesia negara maritim, tapi tetap melakukan impor garam dan ikan. Indonesia negara agraris, tapi kedelai, beras, bawang, jagung,bahkan singkong juga impor dari negara lain.”Indonesia sudah tak mampu nanam singkong,kita negara agraris yang tidak bisa nanam singkong, kita harus malu”ujar Prabowo.
 
Prabowo menjelaskan,Indonesia berpeluang menjadi negara dengan perekonomian yang menyejahterakan rakyat jika sistem perekonmiannya benar. Indonesia terlalu mengalami ketimpangan, uang beredar hanya di kalangan atas, perekonomian hanya di level makro, tak menyentuh mikro. “Di Amerika petani itu disubsidi, difasilitasi negara. Di Indonesia BBM ynag disubsidi”terang Prabowo. Prabowo menilai maraknya korupsi juga tidak terlepas dari sistem yang rusak, pemimpin yang lambat mengambil sikap.“Saatnya Indonesia ini berubah, dan untuk berubah dibutuhkan pemimpin yang tegas dan cepat tanggap”tambah Prabowo yang disambut tepuk tangan dari ratusan orang yang hadir.
 
Menurut Ketua Umum ICMI Jawa Barat,H. Moh. Najib, M.Ag ,dialog nasional ini diadakan sebagai tindak lanjut  program silaturahmi kerja  nasional ICMI Pusat di Jakarta. Dalam program tersebut membahas tentang persoalan bangsa melalui dialog nasional. Dialog nasional kali ini ICMI mengundang Prabowo karena menilai Prabowo memilki wacana politik untuk menjadi calon presiden.Selaykanya warga Jawa Barat mengetahui bagaiamana keadaan negara ini dan apa yang harus dilakukan. Dialog ini bebas tanpa unsur politik, ke depan ICMI juga akan mengundang berbagai tokoh nasional lain.”ICMI independen, ini bukan bentuk dukungan terhadap Prabowo,beliau kan juga dewan pembina ICMI, lain waktu kita undang tokoh-tokoh yang lain”ujar Najib.
 
Dalam pemaparannya Prabowo menyampaikan empat tantangan besar yang dihadapi oleh bangsa ini. Tantangan pertama adalah menipisnya cadangan sumber daya energi. Tantangan kedua adalah ledakan populasi warga Indonesia. Tantangan berikutnya adalah pemerintah yang lemah, tidak efisien dan korup. Tantangan terkahir adalah ketidakseimbangan struktural perekonomian Indonesia. Untuk mengahdapi tantangan-tantangan tersebut Prabowo menyampaikan bermacam gagasan yang disambut tepuk tangan meriah dari para peserta dialog dan teriakan-teriakan “Prabowo Presiden Indonesia”.Teriakan-teriakan tersebut ditanggapi Prabowo dengan berkata “Ini bukan tugas saya saja, ini tanggung jawab kita bersama untuk menuntaskan tantang-tantangan ini”jawabnya.(MJ01)

Rabu, 13 Februari 2013

Sudah Siapkah Kita???


Satu persatu teman2 angkatan saya telah lulus...mahasiswa 2009... terlalu cepat memang..tapi saya salut dengan mereka, mereka mampu lulus jauh lebih cepat dari senior2 bahkan angkatan 2006. Kebanggaan luar biasa juga menyelimuti pola pikir saya bahwa mereka telah berhasil mengeyam pendidikan tinggi dan siap mengabdi untuk bangsa dan negara ini, selama ini saya menyerahkan dan mengamanahkan pembangunan bangsa ini pada orang2 yang lebih tua dari saya..tapi sekarang amanah itu bisa saya titipkan pada orang2 yang tahun lahir nya hampir sama dengan saya. Ini sebuah kebanggaan...

Saya tak mau beralasan ini itu, mungkin dalam benak pembaca akan terlintas"alaaah...ngomong aja..ente lulus kapan???" lulus itu menurut saya bukan masalah cepat atau lambat, tapi tepat dan belum tepat. Bicara tentang tepat dan cepat itu lain lagi...banyak hal terkait di sana..sistem perkuliahan, sistem di jurusan atau fakultas masing2 yang membuat seseorang tidak bisa untuk cepat, walau sudah merasa tepat.

Sekarang bicara tentang cepat atau lambat..paradigma orang lain akan menilai orang yang lambat lulus adalah orang2 yang kecenderungan dinilai"negatif" dan identik dengan kata "malas"...ooopsss tunggu dulu sobat...tidak selalu seperti itu...orang yang lambat lulus bisa jadi karena dia belum merasa pantas untuk lulus..atau orang2 yang terkait dalam sistem kelulusannya yang merasa dia belum pantas lulus..jadi jangan justifikasi dulu yaa... setiap orang ingin cepat lulus, cepat bekerja, cepat mandiri, dll. Pettanyaannya adalah siapkah kita...???





hampir 500.000..atau setengah juta pengangguran di Indonesia adalah SARJANA...hmmm logika kita harus berpikir...dia sudah lulus, sudah bergelar, tapi masih pengangguran...inilah yang harus kita pikirkan dengan menjawab pertanyaan di judul tulisan ini. Apakah kita sudah siap???apakah kita sudah pantas menyandang gelar yang ada di belakang atau depan nama kita??kalau kita sudah merasa pantas..kita tentu tidak akan bergabung dengan setengah juta saudara2 kita yang SARJANA itu...






hmmmm...jadi untuk teman2...yang sudah lulus...dan merasa telah pantas menerima gelar yang memeperpanjang nama temana2.....saya pesankan...selamat mencari kerja, selamat bekerja, dan selamat membangun bangsa....jangan hanya fokus bekerja untuk kebahagiaan semata..lihatlah kiri kana kita, jika teman2 telah berhasil..munculkanlah semangat berbagi teman2...buat senyuman kebahagiaan teman2 dan keluarga teman2 tertular ke senyuman para pengamen, para pengemis, para anak2 jalanan lain . Berbagilah karena berbagi awal dari kesuksesan..

Namun, apabila teman2 SUDAH SARJANA  dan masih belum merasa pantas menerima gelar tersebut..pelajarilah lagi..buka buku lagi..belajar ke yang lebih tahu..karena tempat beljaar itu banyak..heheheh...jangan sampai gelar teman2 hanya gelar yang emnempel tanpa ada sesuatu yang teman kuasai dalam bidang yang seharusnya gelar itu wakili...contoh :Sarjana Ilmu Pemerintahan...ditanya tentang sistem negara ini, ditanya tentang solusi pemerintah terhadap permasalahan bangsa..teman2 menjawab "heheheh...saya kurang paham tentang itu"..jangan sampai teman2..hal2 prinsipil dalam ilmu teman2 harus teman2 kuasai...

Nah..untuk teman2 yang sekarang tengah berjuang mencapai kelulusan dengan cepat..INGAT...jangan terburu2 hanya karena orang2 yang sering bertanya "kapan lulus??", atau "loh, belum lulus juga?" tapi buru2 lah lulus karena teman2 sudah merasa tidak sabar mengabdikan ilmu teman2 kepada masyarakat bangsa dan negara... buru2 lah lulus karena sudah merasa pantas mengabdikan diri pada orang tua, buru2 lulus karena telah merasa mampu bersaing dengan para pencari kerja lain di dunia ini. Jangan sampai teman2 lulus, tapi bingung mau berbuat apa, bingung mau kerja dimana, ujung2nya balik ke rumah tinggal brsama mama papa lagi...

Tapi ingat, untuk teman2 yang berpikiran..."slow saja" "ga usah cepat2"...jangan terhanyut dalam pemikiran yang dangkal... teman2 harus berpikir bahwa uang kuliah teman2 itu tidak murah, dan Allah tak suka dengan orang yang lalai... masa depan teman2 masih panjang...dan mulai bangun dari sekrang...wokeee..!!!!siapkan diri teman2...bukan utk membangun keluarga saja..tapi ingat..membangun bangsa..

caranya gimna????BERBAGI, berbagi adalah cara terbaik membangun bangsa..paling tidak kita telah mencoba meringankan beban pemerintah yang  TAK MAMPU menyejahterakan seluruh rakyatnya...yang HANYA MAMPU...berkampanye dan teriak PILIH SAYA.... selain ibadah..tidak ada ruginya berbagi ke orang yang tidak mampu...gimana cara berbagi kalau kita tidak ada yang mau dibagi...oleh sebab itu..isi diri teman2 dengan kulitas..jadi teman2 bisa berbagi hasil dari kualitas tersebut..baik itu ilmu atau materil...

Semangat teman2...jangan lupa..doa, sholat, utk yang muslimah..mulailah menutup aurat dengan benar..karena Allah sayang dengan umat yang sayang padanya..kalau Allah saja sudah sayang...makhluk bumi mana yang berani tidak sayang pada teman2...

Saya di sini hanya bercerita...semoga ada manfaatnya..dan ibadah bagi saya..amiinn...