Selasa, 04 Agustus 2015

CARA CEPAT BELAJAR BAHASA MINANG




Tidak bisa kita pungkiri bahwa suku minangkabau di Indonesia adalah suku yang besar, selain karena dipenuhi deretan nama yang tak asing di dengar ketika membahas sejarah, suku minangkabau juga dipenuhi oleh deretan rumah makan “padang” yang beredar di hampir setiap ruas jalan di semua provinsi di negeri ini bahkan negeri tetangga. Tak heran jika ada guyonan yang mengatakan “andaikata manusia bisa hidup di bulan, maka orang minang akan sampai ke sana untuk mendirikan rumah makan. Itulah minangkabau, orang-orangnya penuh dengan sikap ambisius, pantang menyerah, dan semua teraplikasikan dengan budaya merantau.

Perlu kita perhatikan dulu, ada perbedaan antara orang minang dan orang padang. Orang minang adalah orang-orang yang lahir dari rahim seorang ibu yang berdarah minang . Sementara orang padang adalah orang yang lahir atau besar di kota Padang. Orang padang belum tentu orang minang, demikian juga sebaliknya. Sebagai seorang pemuda asli minangkabau yang merantau saya menemukan berbagai pandangan tentang orang minang. Salah satu yang snagat sering saya dengar adalah pujian atau mungkin ejekan orang nonminang ketika mendengarorang-orang minang berdialog satu sama lainnya. Sudah menjadi aturan tak tertulis bagi saya khususnya ketika bertemu orang minang maka saya akan otomatis berbahasa minang. Ada yang bilang bahasa minang mirip bahasa Thailand, ada yang bilang bahasa India, China, Korea, dll.

Setelah beberapa lama saya mendengarkan berbagai bahasa daerah, saya mendapat kesimpulan bahwa bahasa minang adalah bahasa yang sangat mudah dipelajari karena berbentuk sistematis dan bisa dipolakan terkait dengan bahasa Indonesia. tidak percaya?percaya saja! Di bawah ini akan saya sampaikan beberapa trik gampang untuk mempelajarai bahasa minang. Minimal mengerti, untuk kecepatan akan terbiasa seiring berjalannya waktu. Untuk kata-kata dasar yang umum akan saya terangkan nanti di bagian “kosa kata minang umum”. Untuk  pertama mari kita perhatikan pola-pola dasar bahasa minang.
1.       Untuk setiap kata tanya hilangkan satu suku kata terakhir

Contoh :
a.       Siapa = sia (pa)
b.      Apa = a (pa)
c.       Berapa = bara (pa)
d.      Mengapa = manga (pa)
e.      Dimana = dima (na)
Dalam bahasa minangkabau ada konsep dasar yang harus selalu dipegang, yaitu :  tidak terdapat awalan menggunakan vokal (e) sehingga untuk setiap awalan menggunakan huruf vokal “e”  diganti menjadi (a) , contohnya  (berapa) tidak menjadi (bera) tetapi menjadi (bara).
Memang tidak semua kata tanya, ada beberapa kata tanya yang tidak sesuai pola seperti
a.       Bagaimana  = baa
b.      Kapan           = bilo

2.       Setiap bentuk kata yang ujung suku katanya “as” berubah menjadi “eh”

a.       Lepas            = Lapeh
b.      Beras             = bareh
c.       Lemas           = lameh
d.      Kuras             = kureh
e.      Atas               = ateh
f.        Bekas            = bakeh
g.       Luas               = lueh
h.      Ruas              = rueh

                Kembali saya ingatkan, bahasa minangkabau tidak menggunakan awalan “e” sehingga kata “beras” bukan menjadi “bereh” tapi “bareh”.

3.       Setiap bentuk kata yang ujung suku katanya “at” berubah menjadi “ek”

a.       Berat             = barek
b.      Karat             = karek
c.       Kuat               = kuek
d.      Lambat         = lambek
e.      Lebat             = labek
f.        Jerawat        = jarawek
g.       Buat               = buek
h.      Tempat        = tampek
i.        Bulat             = bulek

Kembali saya ingatkan, bahasa minangkabau tidak menggunakan awalan “e” sehingga kata “berat” bukan menjadi “berek” tapi “barek”.
4.       Setiap bentuk kata yang ujung suku katanya”ap” berubah menjadi “ok”

a.       Atap              = atok
b.      Hisap            = hisok
c.       Suap              = suok
d.      Uap                = uok
e.      Kudap           = kudok

5.       Setiap kata yang ujung suku katanya “ing” ditambahkan huruf a, menjadi “iang”
a.       Kucing          = kuciang
b.      Anjing           = anjiang
c.       Kencing        = kanciang
d.      Maling          = maliang
e.      Runcing        = runciang
f.        Kambing      = kambiang
6.       Setiap kata yang ujung suku katanya “ung” ditambahkan huruf a, menjadi “uang”
a.       Untung         = untuang
b.      Burung         = buruang
c.       Hitung          = hituang
d.      Kampung     = kampuang
e.      Sarung          = saruang
7.       Setiap kata yang ujung suku katanya “uh” ditambahkan huruf a, menjadi “uah”
a.       Rusuh           = rusuah
b.      Kumuh         = kumuah
c.       Rubuh           = rubuah
d.      Patuh            = patuah
e.      Tumbuh       = tumbuah
8.       Setiap kata yang ujung suku katanya “us” berubah  menjadi “uih”
a.       Putus            = putuih
b.      Pupus           = pupuih
c.       Hapus           = hapuih
d.      Hembus       = hambuih
e.      Kurus            = kuruih
f.        Tembus        = tambuih
9.       Setiap kata yang ujung suku katanya “it” berubah menjadi “ik”
a.       Sakit              = sakik
b.      Pelit              = pilik
c.       Tumit            = tumik
d.      Rakit              = rakik
e.      Rumit            = rumik
f.        Himpit          = himpik
10.   Setiap kata yang ujung suku katanya “is” berubah menjadi “ih”
a.       Manis           = manih
b.      Tulis              = tulih
c.       Baris              = barih
d.      Habis            = habih
e.      Gadis            = gadih
f.        Kamis            = kamih

11.   Setiap kata yang ujung suku katanya “ut” berubah menjadi “uik”
a.       Lutut             = lutuik
b.      Lumut           = lumuik
c.       Rambut        = rambuik
d.      Kusut            = kusuik
e.      Takut             = takuik
f.        Urut               = uruik
g.       Belut             = baluik
Sekarang kita ke bagian suku kata umum yang sering dipakai, tidak berpola, tapi  mudah dihafal :
1= ciek
Saya= denai (den)
Datar=data



2=duo
Saya= awak




3=tigo
Saya = ambo




4=ampek
Kamu = angku (ang)




5=limo
Beli= bali




6=anam
Jual= jua




7=tujuah
Ini= iko




8=salapan
Nya= nyo




9=sambilan
Ibu= mandeh/amak




10=sapuluah
Ayah=apak




11=sabaleh
Sekarang=kini




Pergi=pai
Besok= bisuak




Tidak=indak
Kemaren= kapatang




Iya=iyo
Dia= inyo




Mau=amuah
Rendah= randah




Lupa=lupo
Mobil= oto




Sudah=alah
Motor= honda




Belum=alun
Tikar= lapiak




Ramai=rami
Warung= lapau




Bicara= mangecek
Kaca= kaco




Enak= lamak
Pintar= santiang




Sangat= bana
Bodoh= pandia




Cantik= rancak
Sendal= tarompa




Besar= gadang
Celana= sarawa




Kecil= ketek
Tukar= tuka





Sederhana bukan.. walau tidak seluruhnya baku dan bisa dipakai, tapi paling tidak anda bisa belajar bahasa minang dengan mudah untuk beberapa kosa kata. Intinya jangan malu untuk mencoba, salah ataupun benar, orang minang akan sangat menghargai anda ketika anda mencoba untuk berbahasa minang padanya. Dan untuk orang minang silahkan gunakan rumus ini untuk mengajarkan lebih banyak orang non minang lain, agar dapat mempelajari bahasa minang dan siapa tau bahasa minang menjadi bahasa nasional. hahaha


       

Sabtu, 21 Maret 2015

Puisi

Orang bilang membuat puisi itu mudah..
merangkai kata indah untuk sebuah kalimat megah..
tapi ternyata tak semudah yang kalian ceritakan...
membuat puisi bahkan lebih susah dari mencari makan..

berkata sebuah riwayat  "prosa muncul karena luka.."
tangis dan air mata membuat kata semakin jinak untuk ditata
kalimat menjadi  lebih syahdu untuk dibina..
bait mendayu tertulis laju begitu saja..

sepertinya aku sang penyair baru...
mencoba merenangi lautan puisi biru..
karena digoyang ombak rindu yang tak tertuju
dihantam rasa yang mulai mengusik qalbu

apa yang skrg kau rasakan wahai penyair baru?
apakah ada terselip rindu sekarang di setiap malammu?
oooooh tidak pak guru...
ini hanya rasa ingin bertemu, walau hanya sepintas lalu...

Untuk dirimu wahai ananda..sebuah sajak lama untuk manusia yg tengah gulana
banyak kalimat hendak kuucap untuk kau cerna...
bahkan aku tak tau apakah kau membacanya...?
hanya sebuah pesan tak bertujuan bagimu yang merasa...

Karena Aku Menyukaimu
Wahai gadis yg skarang sering kuingat di setiap malam ku…
Karena aku menyukaimu maka aku ingin menjagamu
Karena aku menyukaimu, aku tak ingin terlalu dekat denganmu
Karena aku menyukaimu, aku tak ingin menyakitimu

Karena rasa peduliku padamu,
Tak akan kubiarkan cermin hatimu menjadi buram
Tak akan kubiarkan telaga jiwamu menjadi keruh
Tak akan kubiarkan perisai qolbumu menjadi retak, bahkan pecah
...

Dunia ini memang sementara..
wajar jika kita tak kuasa kendalikan rasa...
hanya pada-Nya semua suka kita serahkan...
lewat doa dan dalam rasa yang tertahan...







 

Rabu, 11 Februari 2015

Surat Terbuka untuk Pandji Pragiwaksono

Surat Terbuka untuk Pandji Pragiwaksono
yang saya minta para penggemar STAND UP baca..
Untuk mas Panji yang saya hormati...
karena kelucuan dan kecerdasannya...
serta untuk kepeduliannya terhadap negeri ini...
Saya penggemar stand up comedy, sangat gemar malah... saya penonton setia SUCI dari season 1 sampai 4.
Sampai saat ini "komik" favorit saya masih belum tergantikan, yaitu Mas Panji dan Abdur anak Lamalera. Simple saja, karena kalian berdua adalah penyambung lidah kami, pengkritik pemerintah lewat panggung yang dibalut komedi. Semangat perubahan negeri ini nampak dari wajah kalian berdua.
Saya mengikuti "3 konser" Anda yang bertajuk bhineka tunggal tawa, merdeka dalam tertawa, hingga messaku bangsaku.
Sebuah pertunjukkan public speaking dan retorika luar biasa dengan paduan lawakan yang cerdas dan penuh data. Namun, ada beberapa hal yang saya rasa dan saya anggap harus saya sampaikan, semoga surat ini bisa sampai ke Anda. setidaknya ada 3 hal yang akan saya paparkan dan meminta Anda untuk memikirkannya.
1. Anda secara terbuka menyatakan bahwa anda adalah pendukung legalisasi ganja. dan ketika anda mengucapkannya semua penonton bertepuk tangan, seolah2 mendukung legalisasi ganja adalah hal yang mulia. Saya tau anda muslim, dan saya tau tujuan anda melegalisasi ganja bukan karena anda penghisap ganja, tapi dengan menyatakan statemen itu di depan umum, membuat adik2 kita yang sudah menghisap ganja menganggap ganja adalah hal biasa dan layak untuk diteruskan pemakaiannnya."toh panji aja yang pinter dan keren, dukung ganja" tanpa mengerti tujuan anda yang menyatakan bahwa ganja itu bermanfaat untuk banyak hal selain untuk dihisap dan merusak generasi kita. Selain ganja haram dalam islam, ganja jelas2 merusak. Terlepas dari banyak fungsi yang ada pada ganja.
2. Anda dalam memberikan materi stand up sempat membahas tentang gay, dan menyatakan bahwa anda adalah pembela kaum gay. Mas Panji, saya tau bahwa anda sangat nasionalisme karena anda mengarang buku "Nasional IS ME". anda sangat benci ada penindasan terhadap minoritas, tapi saya rasa tidak untuk membela kaum gay dengan menyatakan bahwa itu takdir mereka dan kita tidak berhak melarangnya. Dengan mengatakan bahwa kaum gay ada 6% di Indonesia seolah2 anda meminta kami untuk menerima kaum gay dan memberikan pemahaman bahwa gay itu harus diterima. Kmai menerima gay, kami mungkin banyak berteman dengan gay, tapi kami tidak bisa menerima untuk mengatakan bahwa gay itu bukan pilihan, banyak gay yang betobat, menjadi gay itu karena berbagai kebiasaan dan itu bisa diubah. kalimat anda yang bilang "tidak ada cowok yang mau jadi gay" saya sangat terima, tapi gay bisa berubah, untuk yang "tidak mau jadi gay". dan itu tugas kita sebagai sesama manusia untuk mengingatkan.
3. Anda juga bicara tentang "aurat wanita dan perkosaan". Dengan sebuah data anda menyatakan bahwa perkosaan yang paling banyak terjadi ada di timur tengah yang pakaian wanitanya tertutup."jadi tidak ada hubungannya antara pakai baju terttutp dengan perkosaan". "Jadi kalau ada perkosaan bukan wanitanya yang disuruh pake baju ketutup, tapi suruh laki2 jaga kemaluannya" , itu kata anda. Mas Panji, saya rasa anda telah membaca al quran al ahzab ayat 59, bahwa fungsi menutup aurat adalah untuk melindungi dan mengenali seorang wanita seorang muslimah. Dan perintah menutup aurat itu wajib. Jadi statemen anda yang menyatakan bahwa tak ada hub antara mmbuka aurat dengan perkosaan itu salah besar bagi saya. Di timur tengah orang hidup dengan pakaian seperti itu, dan kita tau bagaimana sifat orang arab yang sangat besar nafsunya, bahkan agama pun turun di tanah arab karena watak arab yang sangat keras dalam memperturutkan hawa nafsunya.
Mas Pandji, saya sangat mendukung anda dalam memberikan banyak perubahan di negeri ini, mendukung persatuan bangsa ini. Saya sangat ingin apa yang anda cita-citakan untuk negeri yang lebih baik terwujud, tapi saya juga tidak tenang apabila beberapa materi yang anda sampaikan membuat banyak teman2 dan adik2 saya menganggap bahwa ganja, gay, dan membuka aurat itu adalah hal yang wajar. Karena anda orang terkenal sementara saya bukan siapa2, untuk itu saya hanya mencoba menulis sepenggal surat ini, semoga dengan kekuatan media anda sempat membacanya. Saya membuat ini sedikitpun bukan karena saya ingin terkenal atau apa, ini hanya sebuah dentuman aqidah saya yang menolak melihat orang2 mulai memuja kesalahan.
Teruslah berkarya mas Pandji, saya tetap akan menjadikan anda salah satu komik favorit saya, karena kecerdasan dan kepedulian anda terhadap negeri ini.
Kaki Gunung Merapi
A.M.
Februari 2015

Minggu, 20 April 2014

Jika Partai Islam itu Ada



Selesai sudah tahap pertama pesta demokrasi di negeri ini. Seperti yang sudah diduga banyak pihak, kelompok oposisi yang telah menanti selama 10 tahun berhasil meraih pucuk pimpinan. Partai Demokrasi Indonesia perjuangan (PDIP) dari hasil hitung cepat tak tersusul lagi oleh Golkar yang mengekor di belakangnya. Perolehan suara PDIP tak mampu ditandingi partai lainnya, banyak spekulasi mulai dari kebosanan rakyat terhadap pemimpin terdahulu, mencari sosok baru, kehilangan kepercayaan pada partai berbasis Islam, sampai ke kesuksesan pembangunan citra tokoh partai dalam hal ini dititipkan pada seorang Jokowi.
Partai-partai nasionalis baru pun mampu memiliki suara yang tidak sedikit. Gerindra yang pada pemilu 2009 hanya poros tengah, mampu melesat ke tiga besar lewat pencitraan sosok jendral luar biasanya Prabowo. Hanura juga tak ketinggalan, berkat “perkawinannya” dengan raja media MNC Group Hary Tanoe, Hanura menjelma menjadi partai yang mulai memiliki tempat di hati rakyat lewat “bantuan-bantuan” sosial yang diberikannya. Nasional Demokrat (Nasdem) ikut unjuk gigi sebagai partai baru, terbukti retorika “bos” mereka yang juga pemilik media besar di negeri ini Surya Paloh, mampu mendongkrak suara.
            Secara umum Indonesia berhasil melaksanakan pemilu dengan tingkat golput kurang dari 25% walaupun tetap tidak bisa dibilang sedikit. Namun, pemilu kali ini bisa disebut representasi keadaan dan pemahaman politik rakyat Indonesia. Terlihat jelas pengaburan ideologi besar-besaran pada pemilu saat ini. Dengan jumlah muslim yang besar, seharusnya Partai Islam seharusnya selalu menjadi juara dalam perhelatan lima tahunan ini, tapi apa hendak dikata dari hasil pemilu legislatif ini dapat partai-partai nasionalislah memuncaki tiga besar. Partai Islam apa kabar? Hanya PKB yang dengan mengejutkan berhasil meloncat ke lima besar dengan perolehan suara mencapai 9,6%. Sementara PKS (7,1%), PPP(6,8%), hanya menjadi poros tengah, bahkan PBB (1,5%) terseok-seok dengan perolehan suara dibawah syarat mendapatkan kursi parlemen sebesar 3,5%.(hasil quick count,(9/4, pukul 19 :09, LSI)
            Dari fenomena ini muncul pertanyaan besar, kemana umat Islam Indonesia yang jumlahnya mencapai 200 juta lebih atau jika dalam hitungan persentasi mencapai  87% penduduk Indonesia. Jika saja semua umat Islam memiliki ideologi yang kuat untuk menjadikan Islam berkuasa di negeri ini, maka partai Islam tak akan bernasib seperti sekarang. Sudah selaykanya seorang muslim yang menjadikan Islam landasan hidupnya memihak partai yang berjuang untuk Islam. Tapi apakah pantas kita menyalahkan umat Islam negeri ini? coba kita kaji ulang tentang teori stimulus respon, respon akan datang sesuai dengan ransangan yang diberikan. Dalam hal ini, partai Islam akan menjadi pilihan umat Islam jika mampu memberikan rangsangan yang tepat dan sesuai dengan keinginan umat Islam. Namun, tampaknya partai Islam di negeri ini belum mampu meyakinkan semua umat Islam untuk sepakat secara ideologis untuk mendukung visi dan misi mereka dalam memimpin negara ini. Atau jangan-jangan partai Islam hanya tinggal nama dan telah meninggalkan nilai-nilai keislaman. Tokoh-tokoh besar partai Islam hanya berdiri di garis tengah dan cuma berkesempatan menjadi menteri di tataran kabinet tanpa taring yang kuat.
             Menatap pemilihan presiden yang akan segera dilaksanakan muncul pertanyaan besar bagi partai Islam, apakah Islam akan kalah lagi? Terlihat jelas partai nasionalis akan mengusung calon presiden dan wakil presiden mereka dengan mudah. Di sinilah  partai Islam yang berada di poros tengah diuji, apakah rela bergabung dan mengekor kembali ke partai nasionalis, atau berpikir cerdas untuk kebangkitan Islam di negeri ini. Seandainya para pemimpin partai Islam bersatu maka partai Islam telah mengumpulkan suara kurang lebih 24,5% suara. Ketika koalisi yang dirahmati Allah SWT yang hanya bertujuan untuk kebangkitan Islam diadakan dengan visi misi menerapkan syariah Islam di Indonesia maka tak tertutup kemungkinan capres dan cawapres yang diusung akan dilirik oleh umat Islam yang merindukan kejayaan Islam, kesejahteraan dan keamanan seperti di masa Khulafaur Rasyidin
Partai Islam perlu bergabung bersama dan meluruskan nilai-nilai yang sesuai dengan Islam. Hal ini layak diperhitungkan karena dalam menjalankan kehidupannya manusia memerlukan sistem yang mengatur naluri dan kebutuhan jasmaninya. Tentu saja aturan itu tidak mungkin berasal dari manusia, karena ia bersifat lemah dan tidak mampu mengetahui segala sesuatu. Juga karena pemahaman manusia terhadap tata aturan sangat mungkin sekali terjadinya perbedaan, perselisihan, dan pertentangan. Suatu hal yang hanya akan melahirkan tata aturan yang saling bertentangan, yang berakibat kesengsaraan pada manusia. Karena itu, peraturan tersebut harus berasal dari Allah SWT. Dan umat Islam membutuhkan pemerintahan yang fokus dan peduli dengan penerapan hukum Islam di negeri ini.
Jika ingin kebangkitan Islam itu tercapai, maka tak ada pilihan lain bagi partai-partai Islam, kecuali berkoalisi bersama, menolak pinangan partai-partai nasionalis yang mengajak bergabung dan fokus maju bersama demi kebangkitan Islam. Kesempatan memimpin atau setidaknya mencoba memimpin negeri ini dengan Islam di depan mata, inilah saatnya, inilah momentum menjadi bangsa yang besar. Tidak ada kebangkitan terbesar suatu bangsa selain bangkit menghilangkan kekufuran dan kemungkaran di tanah airnya. Kaum kafir telah bersatu-padu dan berkoalisi dengan berbagai cara untuk menjatuhkan dan menguasai umat Islam, Islam kapan bersatu dan berkoalisi? Kita terlalu sibuk mengurus kelompok masing-masing, tanpa memikirkan kebangkitan Islam.

Untuk menghadapi keadaan ini, dalam konteks politik hendaknya setiap muslim  yang bertindak sebagai penyelenggara negara bertindak tepat. Dalam menjalankan seluruh aktivitasnya hendaknya menyesuaikan diri dengan perintah-perintah Allah dan larangan-larangan-Nya. Negara adalah pihak yang mengatur seluruh urusan rakyat, dan melaksanakan aktifitasnya sesuai dengan perintah-perintah Allah dan larangan-larangan-Nya. Inilah yang melahirkan ketenangan bagi setiap muslim. Jadi, kebahagiaan itu bukan sekadar memuaskan kebutuhan jasmani dan mencari kenikmatan,melainkan mendapatkan keridlaan Allah SWT. Partai Islam bukan hanya sebatas memberikan janji-janji kesejahteraan umat, tapi menjanjikan kesejahteraan di bawah naungan hukum Allah. Selama kesejahteraan yang dijanjikan hanya kesejahteraan di bawah sistem politik yang sekuler dan liberal seperti sekarang ini, maka kesejahteraan hakiki bagi umat, hanya mimpi belaka.

Tak ada alasan partai Islam untuk bimbang atau ragu akan kebangkitan Islam karena faktor rakyat non muslim. Islam dengan jelas telah mengatur tentang rakyat nonmuslim yang harus dilindungi dan dijamin kesejahteraannya. Islam telah mengatur hubungan kita dengan nonmuslim bagaimana kita menanggapi kafir harbi( kafir yang layak diperangi, karena berusaha merusak islam) dan kafir zimi (Kafir yang menjadi rakyat negara muslim, dan berhak dilindungi).  Islam adalah sistem paling sempurna dalam mengatur kehidupan di alam ini, maka tak salah Islam disebut Rahmatan Lil’alamin.
Waktu pemilihan presiden tak lama lagi, masih ada waktu untuk memikirkan kekuatan, masih ada waktu menyusun strategi bersama. Jika niat koalisi partai Islam adalah untuk meraih kekuasaan dan mengembalikan kejayaan Islam, maka dengan izin Allah SWT semua akan terwujud, 24,5% koalisi ditambah umat Islam yang sadar dengan cita-cita kebangkitan Islam akan berpindah haluan untuk mendukung koalisi yang dicintai Allah SWT ini. Semoga pemimpin partai Islam dapat menyadari kesempatan besar ini. Inilah saatnya menyatukan umat Islam untuk bangkit bersama. Jika partai Islam itu memang ada maka tidak perlu lagi jargon Indonesia hebat, Indonesia Kuat, Indonesia Bangkit dan lainnya. Cukup satu, Indonesia Bersyariah, semua itu akan terwujud jika partai Islam itu memang ada di negeri ini. Walahuallam.

Minggu, 19 Mei 2013

HARI BERMIMPI BANGKIT ??





Indonesia, salah satu negara dengan jumlah penduduk  terbesar di planet ini. Negara maritim dengan laut yang sangat luas, zamrud khatulistiwa yang hutannya sebagai paru-paru dunia, serta negara unik dengan ribuan budaya daerah. Bangsa besar yang puas dijajah dan berhasil mengembalikan kemerdekaannya. Namun, semua prestasi-prestasi itu sepertinya hanya batas sebutan bibir, bersifat tidak nyata dan orang Indonesia sendiri tidak tahu apa kegunaan dari prestasi-prestasi tersebut.
            Jika bicara prestasi lain mungkin Indonesia masih kalah dari berbagai negara lain dengan jumlah penduduk dan luas daerah yang lebih kecil. Sebagai contoh dalam bidang prestasi yang diakui oleh dunia,Nobel. Pernahkah kita berpikir, Nobel apa yang pantas diberikan pada orang Indonesia?Kedokteran?Fisika?Kimia?atau Ekonomi? Kita akan menjawabnya, Indonesia bisa menerima semua kategori dari nobel tersebut. Ya, Indonesia memang bisa mendapatkan nobel dari semua kategori tersebut, tapi entah kapan dan bagaimana caranya? Bagaimana mungkin seorang Indonesia mendapatkan nobel perdamaian sementara negaranya sendiri tidak kunjung damai. Bagaimana mungkin seorang Indonesia mendapatkan nobel ekonomi sementara ekonomi negaranya kacau-balau?Ini yang harus menjadi renungan bagi kita.
            Beralih ke bidang olahraga, setiap event olahraga yang Indonesia ikuti tidak pernah memuaskan rakyat Indonesia, sepak bola selalu gagal, bulu tangkis didiskualifikasi di olimpiade, suporter rusuh, PON amburadul. Hanya satu yang bisa dibanggakan, Indonesia menjuarai SEAGAMES 2011, itupun diuntungkan  karena menjadi tuan rumah, dan rakyat masih harus menelan  kekecewaan karena sepak bola yang memilki nilai prestasi lebih harus kalah dari Malaysia. Itulah yang seharusnya orang-orang Indonesia sadari, jangan pernah mengharapkan hasil maksimal apabila usaha yang dilakukan tidak maksimal. Jangan mengharapkan hasil besar jika usaha yang dilakukan tidaklah besar.
Segudang permasalahan politik, ekonomi, budaya, hukum, dan lainnya telah menenggelamkan Indonesia di lautan masalah yang membuatnya sulit untuk naik ke permukaan. Indonesia seolah-olah tidak tahu bagaimana menyelesaikan permasalahan demi permasalahan dengan baik. Menghadapi sebuah kasus,  semisal kasus terbunuhnya aktifis HAM Munir yang telah lebih dari 8 tahun tapi belum bisa terkuak dengan jelas.
Setiap tahun bangsa kita banyak memeringati hari besar nasional, Hari Kemerdekaan Indonesia, Hari Pahlawan, Hari Kebangkitan Nasional, Hari Sumpah Pemuda, dan banyak lagi.  Dalam waktu dekat Hari kebangkitan Nasional yang akan ramai diperbincangkan. Jika kita kaji secara mendasar hari-hari yang kita peringati tersebut selayaknya membuat bangkitnya rasa dan semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme
Ditambah kesadaran untuk memperjuangkan kembali kemerdekaan Republik Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selama penjajahan Belanda dan Jepang. Tapi jika sekarang kita liat  peringatan hanya peringatan dan mungkin tidak mengetahui apa fungsi apa makna dan apa manfaat memeringati hari-hari bersejarah tersebut. 
Jika dihitung Indonesia telah berkali-kali memeringati hari bersejarah ini. Tapi semua itu hanya sebatas perayaan, hanya sebatas mengingat di pagi hari dan lupa di sore hari. Apakah benar Hari Kebangkitan Nasional itu bisa membuat BANGKIT?? Sepertinya belum, masih banyak hal-hal yang belum mampu dibangkitkan oleh semangat Hari Kebangkitan Nasional ini.
Indonesia memilki potensi luar biasa dalam bidang sumber daya manusia. Jumlah yang banyak, disertai budaya yang beragam akan menimbulkan sumber daya manusia yang heterogen dan unik. Terbukti banyak anak Indonesia yang berhasil meraih prestasi dalam bidang sains, dan teknologi serta berbakat dalam bidang seni budaya di dunia Internasional.Namun, mengapa mereka hanya mendapatkan medali emas dan hadiah tapi  tidak berdampak terhadap negara ini? 
Anak-anak Indonesia hanya berlomba, pola pikir mereka hanya dibuat untuk berkompetisi demi nama baik mereka, keluarga, dan sedikit untuk  negara. Mereka berjuang tanpa diingatkan bahwa ilmu dan prestasi yang mereka dapat selayaknya dapat menjadi manfaat bagi negara untuk membuat negara ini lebih maju. Hasilnya, orientasi mereka adalah menjadi lebih pintar , lebih berprestasi dan nantinya bekerja di luar negeri dan menjadi kaya raya dengan pengetahuan mereka karena di luar negeri skill  mereka lebih tinggi harganya. Hal ini harus diperhatikan lebih baik oleh negara kita untuk bangkit menjadi negara yang besar.
Tawuran antar Ormas, tawuran antar kampong, tawuran antar “genk”, tawuran antar agama, dan segala jenis tawuran terus dan terus berlangsung di Indonesia tanpa henti. Jika diibaratkan Indonesia adalah kapal selam yang ingin keluar  dari lautan masalah, maka berbagai macam konflik ini adalah pertikaian para kru kapal selam. Bagaimana mungkin sebuah kapal selam akan berjalan dengan baik jika awak kapal saling bertarung, menunjukkan keegoisan masing-masing, bagaimana mungkin Indonesia bisa bangkit dan maju jika rakyat Indonesia sendiri masih tidak bisa selaras dan membangun harmoni kehidupan yang baik?
Peringatan ke-105 kebangkitan nasional akan segera berlangsung ,tidak selayaknya bangsa Indonesia harus menyaksikan tindakan munafik atas rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan serta sikap gotong royong. Sifat  yang selama ini menjadi ciri khas Indonesia dan digembor-gemborkan setiap saat. Sudah cukup rakyat Indonesia menjadi saksi tindak kekerasan, aksi premanisme, korupsi dan berbagai penyelewengan yang dilakukan oleh orang-orang yang justru mengemban amanat rakyat di posisi yang terhormat, krisis kepercayaan terhadap pemimpin, dan segala macam jenis tawuran.
Jika hal-hal  di atas dapat dipahamu oleh bangsa Indonesia dan menjadikan tanggal 20 Mei 2013 ini  sebagai momentum awal pergerakan menuju kebangkitan yang membawa perubahan, maka saya yakin beberapa tahun ke depan, tidak akan ada lagi tulisan seperti ini, yang ada hanyalah tulisan tentang berbagai keberhasilan rakyat Indonesia.
Kebangkitan nasional bukanlah sebuah mimpi, menjadi negara hebat bukanlah sebatas angan. Semua bisa terwujud jika semua elemen yang ada dapat memilki satu tekad menuju perubahan tersebut. Semoga ke depan bangsa Indonesia bisa menata kehidupan yang lebih baik sesuai dengan cita-cita perjuangan bangsa sebagaimana yang tercantum dalam pembukaan UUD 1945 dan sesuai dengan Pancasila.
            20 Mei bukan hanya tanggal bersejarah yang harus diperingati, tapi 20 Mei menjadi “alarm” yang setiap tahun mengingatkan kita agar bangun dan bangkit, bukan hanya bangkit, tapi juga berubah untuk lebih baik. “Maju Indonesia kembalikan kepercayaan rakyatmu, dan jangan sampai mereka semua berteriak MUAK!! Menjadi bagian dari dirimu”.